Prosedur Pengencangan Baut pada Flange

Flange, seperti yang sudah dipahami bersama, mempunyai Baut dalam kelipatan empat, sehingga Valves atau Fittings dapat disambungkan dengan Flange tadi pada posisi manapun.

Symbol yang digunakan adalah disebut juga “Identification Symbols”. Symbol ini berada di “top of the head of Machine Bolts” atau pada ujung dari Stud Bolt. Bolt nya mestilah cukup panjang sehingga paling tidak ada sisa dua “thread” pada ujung setelah “Nut” ketika pemasangan komplit.

Proses pengencangan baut ini juga mesti hati-hati, sebab jika terlalu kencang ataupun kurang kencang akan mengakibatkan kebocoran pada sambungan.

Ada dua metode yang biasa digunakan:

  1. Pengencangan dengan menggunakan Kunci tangan (Hand wrench)
  2. Pengencangan dengan menggunakan “Power Torque Wrench”
  3. Hydraulic Tensioning
  4. Bolt or Stud Elongation measurement correlation to stress

Baut atau studs yang panjangnya 1 3/4 inchie (44.45 mm) atau lebih haruslah di “prestressed” baik dengan menggunakan Hydraulic Tensioning ataupun Elongation Measurement.

Sebelum dilakukan “prestressing”, semua baut mesti di “coat” dengan “antiseize compound” agar mudah dilepas.

Sequence dari pengencangan baut ini tidaklah dilakukan dengan arah jarum jam, tetapi mempunyai aturan sendiri.

Untuk memulai pekerjaan menyambung flange, maka terlebih dahulu dilakukan:

  1. Bersihkan permukaan Flange
  2. Atur posisi Flange sehingga lobangnya pas, dan check posisi “Flange face” apakah sudah paralel dengan menggunakan “Dial Indicator” atau cara lain.
  3. Lapiskan coating of antiseize compound pada flange bolts dan install gasket, bolts dan nuts.
  4. Kencangkan baut dengan mengikuti langkah-langkah dan urutan seperti pada gambar dibawah.
    Step 1: 25% of Minimum Required Stress or Torque
    Step 2: 50% of minimum Required Stress or Torque
    Step 3: 100% of minimum Required Stress or Torque
    Note: Minimum required stress or torque values to be determined from project technical specification.
  5. Jika terjadi kebocoran pada saat Hydrotest testing, relieve test pressure pada system, kencangkan lagi baut dengan mengikuti prosedur pada gambar dibawah, dan “represurized system.
  6. Step 4: 150% of minimum Required Stress or Torque

  7. Jika masih bocor juga, maka lanjutkan dengan:
    Step 5: 200% of Minimum Required Stress or Torque.
    Note: Penggunaan 200% dari Minimum Required Stress atau Torque mestilah merujuk kepada Project Technical Specifications.
  8. Jikamasih juga bocor, maka check berikut ini:
    • Flange Alignment
    • Flange Surface defects or dirt
    • Flange bolt thread failure
  9. bolt-flange-sequence

13 responses to “Prosedur Pengencangan Baut pada Flange

  1. Maurice Hutabarat

    Mas Don,
    Biasanya di procedure bolt torque, required torque dipukul rata saja dengan range 30-50% allowable stress dari bolt, dimana allowablenya tergantung tentu saja dengan material bolt itu sendiri.

  2. ya tergantung masing-masing perusahaan memang…

  3. Maurice Hutabarat

    Dulu saya pernah ngitung sih required bolt torque, tapi itu untuk kasus khusus dan sambungan flange jointnya ngga banyak. Kalau flange jointnya banyak?

  4. Kok repot amat sih, mau ngencengin baut flens aja :).
    worker dilapangan bisa2 ngak kelar dong ngerjain job sesederhana seperti itu :)
    Kalau cara kami orng lapangan , gampang aja…. pasang dulu bautnya keseluruhan tanpa dikencangin, trus kencangin baut secara bertolak belakang (maksudnya setelah titik 0 derajat, pindah ke ttk 180 lalu pindah lagi 90 trus ke 270) begitu terus menerus sampai flens betul2 rata dan baut kencang, pengencangan baut nya juga tidak boleh langsung kuat banget , harus berulang2.
    nanti dengan sambungan flens akan rata dan tidak bocor…
    Teknik ini juga diterapkan untuk pengencangan yang sifatnya bulat, seperti ban mobil, casing pompa volut (sentrifugal), casing blower dll
    smoga bermanfaat

  5. Muhammad Maulana

    Hmm cukup kompleks ya (diluar dugaan saya) Alhamdulillah buat tambah ilmu..trims pak Donny :)

  6. Dulu saya pernah [ sekarang hilang entah di mana :( ]punya buku saku “warisan” dari Tube Turns. Di situ ada prosedur praktis pemasangan baut pada flange.
    Kalo ada yg punya bukuy atau copy bukunya, boleh lah dibagi-2….

  7. Denny Syamsuddin

    Pak Donny,

    Di Caesar II juga ada tools untuk mendeteksi flange leakage.
    Pernah menggunakan gak pak? Bisa di share penggunaannya pak? kapan dan bagaimana?

    Terima kasih

  8. jelaskan sekalian berapa ukuran baut dan tekanan pengencangannnya. kalo bisa sampai ukuran 4 in

  9. mohon bantuannnya.

    terima kasih

  10. mohon info berapa torque untuk baut 19 mm [FT-LB]

  11. mas..
    bisa minta tolonk gak..
    ada referensi tentang flange gak..?

  12. Kalau masih bocor, perlu juga di cek surface flangenya mungkin scrath/tergores.

  13. klo msh bocor, bisa gak di siasati dari gasketnya, cos kadangkala flange nya sdh di las dan miringnya sedikit sekali, maklum, ketarik pas di las kali…..
    oh ya, ini buat pipa air aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s